Reporter : Edwin Tirani
JAKARTA--MI: Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan perang terhadap segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok.
Sekjen Komnas PA Aries Merdeka Sirait mengatakan perang ini, antara lain, dengan mendesak berbagai lembaga terkait untuk melarang segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok.
""Larangan ini sebagai bentuk perlindungan anak dari dampak bahaya tembakau,"" ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Senin (28/1). Larangan ini juga, ujarnya, untuk membatasi penanaman norma yang keliru bahwa merokok adalah baik dan biasa. Termasuk juga, untuk membatasi dan mengurangi konsumsi tembakau oleh anak dan remaja dalam jangka panjang.
Iklan dan kegiatan sponsor rokok membuat hak hidup anak terancam. Akibatnya, remaja mencoba-coba merokok yang mengandung zat adiktif. Remaja menjadi terjerat adiktif nikotin, menjadi perokok tetap. Akhirnya, remaja terancam terkena penyakit dan mati pada usia dini.
Komnas PA menyimpulkan iklan, promosi, dan sponsor rokok secara sistimatis, masif, dan terus menerus mengkondisikan anak menjadi perokok pemula. Mengiklankan rokok sama dengan mengiklankan zat adiktif nikotin yang mengancam hak hidup dan tumbuh kembang anak.
Lembaga ini juga menyesalkan tidak adanya perlindungan hukum bagi anak-anak dari dampak iklan, promosi, san sponsor rokok menyebabkan anak menjadi korban eksploitasi rokok.
Di sisi lain, pemerintah hanya mempunyai PP No 19/2003 tentang larangan iklan rokok di TV pada tayangan berkisar jam 17.00 Wib-21.30 Wib, di tempat ibadah, sarana kesehatan dan pendidikan, tempat anak-anak beraktivitas, tempat dan kendaraan umum, larangan memberi rokok gratis.
Namun, Menneg Pemberdayaan Perempuan (PP) Meutia Hatta Swasono mengatatakan efektivitasnya sampai saat ini belum terlihat mengingat kondisi dan situasinya yang beragam. Hal ini perlu dikaji lagi, agar regulasi tersebut menjadi efaktif.
Sampai kini, ujarnya, negara ini belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) untuk melindungi secara global generasi sekarang dan masa depan dari dampak merusak terhadap kesehatan, sosial, lingkungan, dan ekonomi akibat penggunaan tembakau dan paparan terhadap asap tembakau.
Dia menegaskan sebagai upaya jangka pendek perlu membangun kesadaran kolektif semua komponen bangsa tentang dampak negarif dari merokok.
Berdasarkan survei pada 1081-1997 pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, sedang, dan tinggi. Survei ini menunjukkan kelompok ekonomi masyarakat rendah, pengeluaran untuk meroko naik 227%. Saat ini diperkirakan lebih besar lagi seiringan dengan kenaikan harga barang.
Sementara itu, berdasarkan data dari Direktorat Pengawasan Napza Badan POM menyebutkan Indonesia menduduki ranking lima negara konsumsi tembakau terbesar di dunia.
Jumlah perokok usia berkisar 15-19 tahun meningkat 77% dari 13,7% pada 1995 menjadi 24,2% pada 2001. Iklan dan sponsor rokok sudah merambah ke segala media dengan berbagai materi yang memikat. (Win/OL-2)
http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=157225
Air Jordan sale
It's so lucky for me to find your blog! So shocking and great! Just one suggestion: It will be better and easier to follow if your blog can offer rrs subscription service.
christian louboutin online
Great article and it's so helpful. But I just can't see any picture in your blog. Is that my computer problem? But I can see other s' blog pics.christian
louboutin online christian louboutin salelouboutin
Yesterday someone tell me the air yeezy shoes is not as comfortable as the kanye west louis vuitton and http://www.air-yeezy.com/views/?product-1203.html ">nike air yeezy shoesa
Post new comment